Bila 4 Pakar Sennheiser Bicara Sistem Audio Multi-Channel Nirkabel Masa Depan

Whathifi.id – Empat ahli Sennheiser suatu kali bertemu untuk sharing di tanggal 12 April 2023 lalu. Mereka berusaha  mengungkapkan tentang teknologi baru tentang masa depan audio nirkabel. Mereka adalah Dr Andreas Wilzeck (Head of Spectrum Policy and Standards), Martin Brandenburg (Project Manager), serta Dr Sebastian Georgi dan Jan Watermann – dua teknisi di bidang penelitian dan pengembangan yang menemukan Wireless Multi-Channel Audio Systems (WMAS).

Dr Andreas Wilzeck, Martin Brandenburg (Project Manager), Dr Sebastian Georgi dan Jan Watermann

Berikut adalah petikan wawancara yang dilakukan bersama para ahli ini.

Anda menciptakan teknologi baru yang disebut WMAS atau wireless multi-channel audio system. Sebenarnya tentang apa teknologi ini dan siapa saja yang dapat menggunakannya?

 Sebastian: “Dengan teknologi ini, kami memikirkan kembali mengenai transmisi nirkabel dalam pengaplikasian multi-channel seperti pada acara besar, teater, dan studio siaran di mana banyak saluran audio mengudara. Penerapan WMAS oleh Sennheiser pada dasarnya adalah penerapan teknologi broadband nirkabel bi-directional atau dua arah, yang menggabungkan mikrofon, in-ear, dan remote control hanya dalam satu saluran RF broadband.

Ketika kami memulai proyek pengembangan ini, niat awal kami adalah untuk mencegah menurunnya RF, yakni hilangnya sinyal alami di atas panggung. RF yang hilang dapat menyebabkan putusnya sinyal. Hal ini dapat membuat pekerjaan setiap sound engineer menjadi sangat sulit. Dengan menemukan cara untuk memanfaatkan dengan baik diversity yang ditawarkan oleh channel RF broadband, kami ingin menghilangkan risiko terputusnya sinyal. Selain itu, kami bermaksud untuk menyederhanakan set-up-nya bagi pengguna, mengingat fakta bahwa sistem narrowband nirkabel memerlukan set-up yang cukup kompleks, terutama pada aplikasi multi-channel. Tujuan lainnya adalah untuk memanfaatkan sumber daya frekuensi yang langka dengan lebih baik. Ini adalah sebuah tantangan yang terus meningkat dan kerap dihadapi oleh para teknisi audio.”

Apa perbedaan antara pendekatan broadband dibandingkan dengan sistem mikrofon nirkabel saat ini?

Jan: “Teknologi audio nirkabel saat ini bergantung pada solusi RF narrowband, dengan satu transmitter yang mengirimkan sinyal ke satu unit receiver. Namun sayangnya, transmitter tidak dapat mengetahui apakah ‘receiver’ telah dihidupkan atau belum, atau apakah sedang berada di luar jangkauan. Dalam arti kiasan, Anda dapat mengatakan bahwa setiap mikrofon setelah dikonfigurasi akan bekerja sendiri.

Di sisi lain, teknologi broadband nirkabel memiliki basis sistem serta pendekatan yang kooperatif sebagaimana adanya. Banyak perangkat seluler dihubungkan melalui udara dengan satu unit rack-mount. Sekarang, semuanya terjadi dalam satu channel RF broadband dengan bandwidth 6 atau 8 MHz, bandwidth saluran TV. Teknisi audio hanya perlu memilih sebuah frekuensi pembawa untuk saluran RF broadband untuk dikonfigurasi, dan sistem tersebut akan mengkoordinasikan dirinya sendiri dengan kualitas dan jangkauan yang telah dipilih oleh teknisi untuk masing-masing perangkat audio.

Luar biasa!  Tetapi apakah solusi yang menempati saluran TV penuh termasuk spektrum RF 6 atau 8 MHz ini tergantung di mana Anda berada dan benar-benar menghemat sumber daya frekuensi?

Martin: “Iya betul sekali. Ingatlah bahwa WMAS dirancang untuk aplikasi audio multi-channel yang mengintegrasikan mikrofon nirkabel, monitor in-ear, remote control, dan aplikasi audio lainnya ke dalam satu radio interface. Hal ini membawa efisiensi yang signifikan dalam penggunaan spektrum, tidak hanya dengan teknologi, tetapi juga dengan memungkinkan peningkatan alur kerja. Kesuksesan ini dapat diinvestasikan dalam fleksibilitas dan kualitas audio. Misalnya, IEM dan mikrofon yang saat ini terbagi antara dua rentang RF antara beberapa MHz terpisah, kini dapat ditangani bersama dalam satu channel TV sehingga menambah kemudahan perencanaan frekuensi. Namun untuk memperjelas, mikrofon nirkabel digital 200 kHz narrowband akan terus digunakan untuk aplikasi di mana integrasi ini tidak diperlukan, atau di mana hanya beberapa mikrofon saja yang digunakan.

Kedua, sistem kami akan beroperasi dengan total daya pancar 50 mW per channel broadband RF, yang merupakan daya pancar pada satu mikrofon saat ini. Dalam batas kapasitas sistem, tidak akan ada lagi penskalaan total daya pancar dengan jumlah perangkat yang digunakan. Selain itu, daya transmisi ini akan didistribusikan ke seluruh channel broadband RF, sehingga densitas daya spektral lebih rendah dengan faktor 30 (6 MHz) atau 40 (8 MHz) dibandingkan dengan mikrofon nirkabel tunggal dengan bandwidth 200 kHz. Densitas daya spektral yang rendah ini berarti bahwa channel RF dapat digunakan kembali dengan lebih mudah. Ini akan, misalnya, menjadi aset di fasilitas produksi siaran multi-studio atau di berbagai panggung di lokasi festival yang luas.

Anda menyebutkan bahwa mikrofon narrow-band saat ini memiliki bandwidth transmisi RF maksimum yang ditentukan sebesar 200 kHz, tetapi mikrofon broadband Anda akan bergantung pada batas yang telah dicabut ini. Apakah badan pengawas sudah setuju untuk melakukan ini – di seluruh dunia?

Andreas: “Standar harmonisasi yang relevan EN 300 422-1 untuk mikrofon nirkabel telah diubah pada tahun 2017 untuk mempertimbangkan sistem audio multi-channel nirkabel (WMAS). Standar EN 300 422-1 ini menjadi referensi, kurang lebih di seluruh dunia dalam peraturan nasional untuk akses pasar mikrofon nirkabel.

Kami berhasil memulai perubahan peraturan yang diperlukan beberapa tahun yang lalu; mereka telah diterapkan di berbagai negara di EMEA dan APAC. Proses di Amerika Serikat belum selesai, tetapi kami yakin bahwa WMAS juga akan segera dapat dilakukan di sini.

Ketersediaan produk berbasis teknologi terobosan ini tentu saja akan mempercepat perubahan regulasi dalam skala global, karena bagaimanapun, tidak ada negara yang mau ketinggalan.”

Satu pertanyaan terakhir yang akan membuat banyak pengguna tertarik: Bisakah sistem narrowband yang ada saat ini dan sistem broadband yang akan datang dapat hadir berdampingan?

Martin: “Kami telah berhasil mengatasi tantangan ini dan akan menindaklanjuti dengan serangkaian publikasi yang memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai sistem audio multi-channel nirkabel, termasuk informasi lebih lanjut mengenai koeksistensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *