Dua unsur yang sudah pasti ada, dan harus ada dalam kita menikmati hobi audio adalah sistem dan ruang. Sangat menarik untuk memperdebatkan, mana dari keduanya yang tidak saja harus kita miliki, tetapi harus kita siapkah terlebih dahulu? Ada yang berpendapat, menjawabnya agak sulit, sama seperti kita menjawab pertanyaan, siapa lebih dahulu ada di dunia ini, telur atau ayam?

Sebagian pehobi audio memang lebih mendahulukan untuk membelikan sistem. Mereka lebih berpikir keras bagaimana memilih perangkat yang bisa saling bersinergi dengan perangkat lain dalam satu kesatuan sistemnya. Setelah selesai membeli, dia hanya perlu memilih salah satu ruang yang ada dirumahnya untuk ditempati sistem ini. Bisa ruang keluarga, bisa ruang kerjanya, bisa ruang santainya membaca, atau ruang khusus. Adanya ruang khusus memang lebih potensial memiliki daya dukung yang lebih baik ketimbang ruang ruang lain tersebut diatas. Tetapi apa sekedar ruang ini diletakkan begitu saja dalam sebuah ruang, akan bersuara semaksimal mungkin?

Jawabnya belum tentu, bahkan kemungkinan besar tidak. Inilah pendapat pehobi audio yang berpendapat bahwa ruangan harus ditata terlebih dahulu sebelum sistem datang. Ruangan harus dipersiapkan dahulu untuk kedatangan sistem. Dipersiapkan tentu dengan matang, dalam artian secara keakustikan. Lalu bila keakustikan telah ideal, barulah estetika ruangan. Estetika tidak boleh mengganggu peran akustik. Demikian pendapat audiophile tersebut.

Lalu ada pertanyaan lain muncul, bagaimana kita mempersiapkan keakustikan ruang, bila kita belum tahu dengan jelas  bagaimana karakter sistem yang kita pilih saat berada di ruang yang kita pilih? Tampaknya, jika anda memilih untuk mempersiapkan ruang terlebih dahulu, perlu mengenal juga karakter perangkat per perangkat sistem anda, untuk nantinya dikawinkan dengan ruangan yang sudah ada di hadapan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here