Sony berpindah, dari stereo kini  mengarah ke suara 360 derajat sebagai  teknologi audio terkininya.

Suara, baik surround maupun stereo, keduanya memang masih menarik untuk dibicarakan. tetapi apa akan terjadi di masa depan di dunia audio konsumer? Sony ingin meyakinkan anda bahwa format suara 360 Reality Audio itu masih menjadi yang teratas di daftar format format lagu.

Earbud Sony WF-1000XM3, salah satu model yang bisa menyajikan format suara Sony 360 ini

Sony kini masih bekerjasama dengan sejumlah label label rekaman besar( termasuk di dalamnya adalah Sony Music Entertainment, Universal Music Group dan Warner Music Group), penyedia jasa streaming dan organisasi musik lainnya untuk dapat membuat sebuah format audio generasi berikutnya yang ‘meletakkan’ pendengarnya seakan berada di tengah tengah musik dengan 360 derajat di pengalaman dengarnya.

Tetapi apa sebenarnya 360 Reality Audio dari Sony itu? Bagaimana cara bekerjanya dan produk apa saja yang mendukungnya?

 

Jadi Apa itu Sony 360 Reality Audio ?

Sony 360 Reality Audio adalah format audio baru yang menggunakan teknologi audio spatial berbasiskan objek dari Sony. Saat dilaunching pada pameran CES 2019 lalu, format ini menjadi salah satu primadona Sony di ajang itu. Dan hingga  kini Sony masih aktif mencari partner streaming dan produk yang kompatibel.

Tujuannya adalah untuk membuat membuat pendengar merasa seolah olah mereka berada di studio rekaman atau pada sebuah live concert, menonton artis favoritnya. Format ini dibuat dengan memakai standar MPEG H3D Audio, dan dioptimalkan untuk streaming musik. Format ini mendukung hingga 64 channel speaker dan memungkinkan coding audio untuk dikerjakan dalam beberapa cara berbeda.

Para engineer di Sony bisa memetakan dan memposisikan beberapa hal, termasuk vokal, instrumen dan audiens pada live audience di banyak posisi di dalam ruang spherikal 360 derajat.  Aneka parameternya disini bisa diperoleh untuk aneka elemen berbeda, termasuk jarak dan sudut sudutnya. Sony disini telah membentuk tim, dan bekerjasama dengan Fraunhofer IIS (Institute for Integrated circuits) untuk membuka format ini untuk para content creator dan artis untuk dapat memanfaatkannya.

Bagaimana Anda bisa mendengarkan musik di Sony 360 Reality Audio ?

Kita bisa mendapatka pengalaman menikmati Sony 360 Reality Audio ini melalui isi di dalam kit tertentu, dan dibantu dengan software yang kompatibel.

Untuk mendapatkan pengalaman dengan 360 Reality Audio pada sepasang headphone, pertama tama kita perlu mengunduh aplikasi iOS atau Android untuk jasa streaming yang kompatibel. Di saat launchingnya, ini termasuk Deezer, Tidal dan nugs.net.

Anda mungkin belum mendengar tentang hal ini, tetapi nugs.net adalah jasa streaming untuk live concert.  Baru baru ini, nugs.net punya lebih dari 10.000 concert di daftar katalognya, mulai dari artis seperti Bruce Sprintsteen dan Red Hot Chili Peppers. Amazon Music belum masuk di dalamnya, walaupun speaker wireless Echo Studio dari Amazon ini diperkirakan mendukung format ini.

Anda juga perlu berlangganan premium dari jasa streaming. Jika belakangan ini anda memakai tier Free dari Deezer, contohnya – kita perlu menguprade Deezer HiFi untuk dapat merasakan format baru itu.

 

Selain itu, tidak perlu biaya tambahan. Sony mengklaim bahwa 360 Reality Audio bisa dinikmati dengan memakai headphone dari banyak merk/pabrikan. Masih belum jelas benar diketahui, apa yang membedakan headphone yang kompatibel dengan format ini, dengan yang tidak kompatibel. Tetapi Sony cepat cepat menyatakan bahwa yang pasti, headphone headphone Sony ayang akan muncul, sudah pasti kompatibel dengan format ini.

 

Dengan memilih model model Sony, kita bisa menggunakan aplikasi Headphones Connect untuk menganalisa bentuk telinga kita dan membantu mengoptimalkan medan saura untuk format audio yan baru ini. Bukalah aplikasi ini dan anda dapat men-scanning kedua telinga anda dengan memakai kamera yang ada di telephone anda. Hasilnya lalu diaplikasikan ke aplikasi dari jasa streaming favorit anda, sesuai pilihan anda.

Datanglah ke website Sony dan anda akan bisa melihat daftar lengkap serangkaian headphone yang kompatibel dengannya, termasuk juga model model yang menjadi favorit What HiFi, yakni WH-1000XM3 yang merupakan headphone wireless over ear noise cancelling, dan model earbud wireless WF-1000XM3.

Sony WH-1000XM3

Apa Yang Bisa Kita dengar di 360 Reality Audio ?

Kita bisa menstreaming lebih dari 1000 track di format ini, termasuk tune-tune dari Mark Ronson, Pharell Williams, Billy Joel dan Jeff Beck.  Sony menjanjikan bahwa akan ada track track lagi yang ditambahkan melalui beberapa label rekaman besar, plus lebih dari 100 lagu yang direkan langsung dari live concert, termasuk yang dari penyedia seperti CHARLI XCX dan Kodaline.

 

 

Produk Apa Saja yang Mendukung 360 Reality Audio?

Selain headphone (dan aplikasi aplikasi dari jasa streaming musik), kita juga bisa mendapatkan pengalaman di 360 Reality Audio ini, minimal satu hardware yakni seperti speaker wireless Amazon Echo Studio.

Speaker wireless Amazon Echo Studio.

Tetapi kita perlu berlangganan ke Amazon Music HD untuk bisa menikmati apa yang ada di dalamnya.

Kunci untuk merasakan pengalaman 360 Reality Audio di sisi hardwarenya adalah, setiap produk perlu memiliki dekoder custom Sony yang sudah built in. Sony telah mengkonfirmasi bahwa mereka punya pandangan terhadap format baru ini bisa tersedia di sejumlah perangkat yang sudah mampu memainkan Aleza dan perangkat yang mendukung Chromecast built in. Juga dapat bekerja dengan pabrikan chipset Media Tek, NXP Semiconductors dan Qualcomm, sehingga nantinya format ini akan lebih banyak lagi didukung aneka perangkat.

Amazon Music HD

Sony 360 Reality Audio vs Dolby Atmos Music

Ada lagi teknologi audio berbasis object, kali ini dari Dolby, yakni Dolby Atmos Music, yang didesain berbasiskan kepada banyak TV, soundbar, AV receiver, smartphone dan tablet. Saat artikel ini kami tulis, memang format ini masih dalam proses pematangan, dan tentu saja masih terlalu pagi untuk dapat membandingkan format ini dengan format suara lainnya.

Amazon sendiri telah mengelompokkan Atmos dan 360 track bersama sama di bawah satu label ‘3D’ untuk streaming. Sehingga kita nantinya tidak dapat melihat jelas format mana yang tengah kita dengarkan. Kita juga perlu satu lagu yang dimix dalam dua format, serta kemampuan untuk berpindah diantara 350 Reality Audio dan Atmos untuk benar benar bisa dibandingkan.

Dolby Atmos Music

Yang bisa kita katakan adalah, mendengarkan musik yang dienkode dalam 360 Reality Audio, kualitasnya bisa bervariasi. Beberapa track bisa saja pas dengan format itu dan menampilkan kesan lapang serta depth yang baik. Posisi instrumen dan vokal juga dapat diatur demi membuat pendengarnya terpukau. Tetapi, beberapa track bisa terasa tidak balance dan tidak tertata baik.  Pada akhirnya, konten ini juga akan menjadi penentu, apakah 360 Reality Audio akan benar benar bisa  lepas landas.

 

(disadur dari WhatHiFi.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here