Ada saran bagi kita untuk menjalani kebiasaan normal yang baru dengan memakai konsep perlindungan yang juga baru. Konsep ini pun dianjurkan pemerintah, yakni untuk sebisa mungkin tinggal di rumah. Keluar rumah hanya jika harus dan untuk keperluan yang maha penting. Mengapa? Karena rumah dianggap sebagai tempat teraman dan ternyaman. Tinggal bagaimana kita melengkapi rumah dengan kebiasaan baru yang akan kian membuat kita sekeluarga betah di rumah. Bahkan bisa dikatakan, jadi lupa untuk bepergian. Ada satu kata kunci solusi, hadirkan aneka hiburan. Dan kalau bisa, hiburan itu hanya datang dari satu dua perangkat saja.Selain berhemat budget, juga tidak ribet bila kita kepingin pindah keasyikan. Kami temukan banyak keasyikan itu dalam satu kotak projector Epson EF 100W.

Dengan projector ini, kami gunakan dia menonton film di banyak tempat. Mulai di tempat liburan bersama keluarga, dengan memanfaatkan barang yang ada, seperti seprei yang kami gunakan sebagai layar, juga tripod kamera untuk sangkutan layar yakni seprei tadi, sementara di sisi lain kami gunakan pohon kelapa sebagai sangkutan juga, dan kursi sebagai tempat projector, seperti bisa anda lihat di link di bawah ini.

 

Projector ini juga kami katakan multifungsi karena bisa digunakan di aneka tempat dan ruang, juga dinikmati oleh segenap keluarga, khususnya anak anak, seperti di tayangan berikut.

Apa saja dalam diri projector laser 3LCD ini yang mendukung tujuan diatas?

EF 100W, mudah dibopong, ringan, hanya 2.7 kilogram

Pertama, dia portable. Ukurannya terbilang nyaman (210‎ x 230 x 92 mm (Width x Depth x Height))bila kita tenteng dengan telapak tangan atau seperti kita tengah membawa sebuah buku tebal. Bobotnya pun ringan, hanya 2.7 kilogram. Maka, dia mudah dipindahkan, ke aneka ruang berbeda di dalam rumah.

Kedua, mudah dioperasikan.Bahkan anak kami berusia 12 tahun pun mudah memasangnya lalu menonton film dari Netflix.  Dia tinggal plug and play, memasang kabel power, lalu menghidupkan mesinnya setelah sebelumnya meletakkan di tempat yang pas dimana ada tembok lebar di hadapannya (bila anda belum punya layar khusus menonton, bolehlah pakai tembok).

Colokan listrik rumah, sambungkan dengan sebuah stick usb seperti Amazon Firestick di belakangnya, nyalakan modem atau internet, lalu nyalakan projector dan atur posisi tayangan dengan posisi projector. Sudah. Itu saja. Selanjutnya, jika anda mau dan punya waktu, mainkanlah menu menu yang ada untuk setting gambar.

Ketiga, mau lebih rileks? Rebahan saja menontonnya. Projector ini bisa dipasang di kamar tidur atau ruang santai lainnya.

Jika ingin lebih santai menonton film, gunakan saja di kamar tidur. Jika tidak punya layar, sediakan saja tembok yang rata.

Dan jika mau, kita bisa tembakkan projector ke atas ceiling. Tentu saja disini anda perlu sedikit waktu untuk menyesuaikan kesan lihat saja, dari yang biasanya duduk, kini tiduran. Dari yang biasanya menonton ke arah depan(bahkan saat menonton sambil rebahan), kini ke arah atas. Dan, jangan sampai anda jadi ditonton film (bukan sebaliknya, karena anda tertidur).

Keempat, audionya sudah cukup keras suaranya untuk ukuran sebuah projector mini.  Kami memang sesekali memakai sebuah speaker aktif nirkabel untuk perangkat penyuara agar suara tampil dengan heboh.

Speaker yang diletakkan di salah satu sisi projector, suaranya terhitung keras untuk sebuah projector mini.

Tetapi kalaupun anda belum memiliki speaker luar (baik speaker aktif, soundbar atau bahkan speaker surround 5.1 channel atau lebih ), tak mengapalah sementara memakai speaker built in 5 Watt yang ada di dalam projector ini.

Kelima, dia sanggup dengan mudah menyajikan konten melalui perangkat streaming dan port HDMI. Ada fasilitas seperti dua slot cover, kabel power supply dan port  HDMI dengan kabel extension HDMI.

Fasilitas di belakang projector, dimana kami sudah menancapkan Amazon Firestick untuk menonton film

Jadi sumbernya bisa dari aneka perangkat sumber dan penyimpan berbasis micro USB (misalnya untuk pemakaian Chromecast) juga unit yang berbasis HDMI, misalnya pemutar Blu-ray dan DVD, juga laptop dan lain lain. Jadi sumber film untuk disorongkan ke proyektor ini, bisa beraneka.

Keenam, untuk sebuah projector 175 watt, fiturnya untuk setting bisa beraneka, ketika kita mulai menonton film. Ada fitur seperti 2D Colour Modes.. Di mode warna video, ada  Cinema, Dynamic, Natural, Bright Cinema. Anda bisa mengklik link di bawah ini:

Ketujuh, di sisi kualitas gambar, dia bermain di WXGA atau sekualitas 1280×800 dengan tampilan gambar yang cerah dan warna yang matang. Walau bermain di resolusi ini, gambar yang ditampilkannya terbilang hebat dalam menyajikan gambar yang terkesan hidup. Kami yakin ini juga berkat teknologi 3 LCD yang digunakan. Teknologi ini memang banyak digunakan di projector home theater, dengan memakai 3 chip demi menghasilkan gambar yang lebih hidup. Tak terlihat adanya efek Pelangi atau efek pintu layar (screen door), dengan tampilan detil, dan kekontrasan tinggi. Noise levelnya pun terbilang sangat kecil, di 29 dB (normal) atau 26 dB (di mode Economy). Dengan sumber cahaya laser, tentu saja boleh dikatakan bahwa projector ini tahan lama dan bebas perawatan, dimana pengguna tak perlu mengganti lampu selama masa pakai proyektor tersebut.

Kedelapan, ada fasilitas tambahan yang kami yakin memang perlu ada untuk sebuah projector. Misalnya, ada Microsaver Security System buatan Kensington untuk pengaman terhadap pencurian.

Fasilitas penguncian dari Microsaver Security System buatan Kensington

Dan demi ikut mengamankan diri terhadap panas berlebih, Epson melengkapi model ini dengan fasilitas ventilasi udara, yang mengalirkan juga udara masuk untuk membantu mendinginkan bagian dalam. Di sisi atas, ada tuas yang bisa kita geser geser untuk mendapatkan fokus gambar. Ada fasilitas seperti koreksi keystone horizontal dan vertical.  Instant on/off,  Quick Corner

Kesembilan, di sisi harga. Untuk harga yang berada di kisaran 18 jutaan rupiah, dibandingkan dengan aneka fungsi yang bisa dikerjakannya, mulai dari pekerjaan serius (video conference, presentasi, launching produk dan lain lain) hingga yang untuk keperluan hiburan (menonton film, gaming, karaoke dan lain lain) serta alat Pendidikan (webinar, Pendidikan atau kelas jarak jauh, kursus dan lain lain), kami yakin harga tersebut terhitung ‘best buy’ dan setelah kami uji, tingkat PPR (Price over Performance Ratio)nya baik.

Epson selain memiliki EF 100W, juga punya EF 100 B(kiri)

Sesuatu yang berharga dibeli untuk keperluan di keluarga, terlebih di masa pandemic ini dimana orang disarankan untuk lebih banyak tinggal di rumah.

Kesepuluh, yang memang perlu kita akui, ada nama Epson di balik tipe ini. Bukan merk ece ece, khususnya di bidang projector. Walau lebih dikenal akan produk printernya, Epson kini merupakan merk spesialis juga di perangkat projector, baik untuk jenis projector data, komersial  juga  home entertainment (dari kelas low hingga high untuk fungsi home cinema).Epson juga punya projector 4K.

Itu yang kami sukai. Apa yang kami sayangkan ? Pertama, dia belum punya lens shift. Kedua, tidak ada zoom. Ketiga, black levelnya terhitung rata rata, dan gambarnya bermain di 720p.  Tetapi  untuk projector seharga demikian, kekurangan ini masih bisa dimaklumi, terlebih dengan banyak kelebihan yang kami sukai di atas.

Dengan memikul banyak kelebihan ini, kami merekomendasikannya untuk anda miliki di rumah, sebagai alat untuk aneka fungsi. Boleh dikatakan, inilah projector keluarga (family projector) yang tidak saja punya fitur lengkap (untuk kelas harganya), tetapi juga mudah digunakan dan dipindah pindahkan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here