Di tahun 2020, akan lebih meriah bagi kita bila kita berkreasi sendiri. Salah satunya adalah dengan mencoba membuat film. Tak perlu susah susah. Pakai gadget sendiri pun bisa. Seperti tips berikut ini dari Joko Anwar, yang menggunakan Samsung Galaxy Note 10 atau 10+

Joko Anwar adalah sutradara dan penulis film Indonesia yang karyanya diakui di dalam negeri dan internasional. Di sebuah channel di YouTube, Joko  berbagi informasi penting bagi mereka yang ingin memulai karya film perdana melalui berbagai tips yang wajib diketahui agar mendapatkan hasil film dengan kualitas terbaik.

Anda bisa mengaksesnya dengan mengklik link berikut.

 

Mencari ide yang menarik terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi para filmmaker. Dimana ide merupakan proses dasar terbentuknya sebuah cerita yang nantinya akan dituangkan pada sebuah naskah ataupun skenario.

“Ide sebenarnya bisa didapatkan dari mana saja, hal yang paling sederhana yang sering saya lakukan untuk mendapatkan sebuah ide adalah dengan memperhatikan orang sekitar serta kejadian yang ditemui sehari-hari. Namun kita harus jeli dan bergerak cepat ditengah banyaknya paparan informasi kilat disekitar kita, sebelum ide tersebut berlalu kita harus merekamnya melalui catatan kecil maupun mengabadikannya dalam sebuah foto atau rekaman video,” kata Joko Anwar.

Ide menarik kadang datang tanpa mengenal waktu dan situasi, sehingga calon filmmaker tentunya harus siap sedia untuk merekam berbagai golden moment. Cara termudah adalah dengan menggunakan smartphone andalan yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut.

Salah satu contohnya dengan memanfaatkan fitur yang terdapat pada seri Galaxy Note10 yang mampu mencatat secara responsif melalui S Pen serta merekam momen dengan Pro Grade Camera yang dilengkapi dengan fitur Super Steady agar referensi ide terekam dengan baik walaupun sedang berada dalam situasi yang bergerak.

Jika ide telah ditemukan, jangan segan untuk menceritakannya secara lisan kepada orang terdekat. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pandangan lain mengenai ide yang ingin Anda kembangkan serta membantu memperkaya cerita dari berbagai masukan orang lain yang akan menjadi salah satu audiens dari hasil film Anda.

Saat Ide Terkumpul, Tulis Skenario

Setelah yakin dengan ide Anda, saatnya tuangkan semuanya melalui sebuah skenario yang akan menjadi panduan bagi semua orang yang terlibat dalam proses pembuatan film Anda nantinya. Namun bagaimana cara menerjemahkan sebuah ide menjadi suatu skenario?

Joko Anwar memberikan beberapa contoh prinsip penulisan yang dapat dijadikan referensi untuk membantu Anda untuk menulis ide menjadi sebuah skenario. Diantaranya adalah dengan menggunakan prinsip Struktur Tiga Babak (pola bercerita dramatik yang terdiri dari pembuka, inti sebuah cerita, dan penyelesaian masalah), 8 Sequence (2 babak pengenalan, 4 babak pengembangan, dan 2 babak revolusi cerita), ataupun 15 Beats (membagi skenario dalam 15 bagian cerita).

“Harus selalu diingat juga bahwa film yang menarik biasanya berasal dari skenario yang menarik juga, dimana didalam skenario tersebut harus memiliki karakter penokohan yang kuat yang memiliki definisi pandangan hidup yang jelas serta relevan dengan ide awal yang dipilih,” tambahnya.

Jika terdapat catatan penting maupun sepenggal dialog pilihan yang sebelumnya telah dituangkan pada smartphone Anda, jangan lupa untuk mengikutsertakan kedalam skenario yang sedang dibuat. Pengguna seri Galaxy Note10 tentunya memiliki berbagai kemudahan dalam mengatasi hal tersebut salah satunya melalui fitur hand writing to text yang membantu mengubah tulisan tangan mereka menjadi teks berbentuk font digital. Selain itu, hasil foto maupun video yang menjadi referensi ide juga dapat dengan mudah dipindahkan ke perangkat laptop dengan menggunakan Samsung DeX agar dapat memudahkan proses penulisan.

Setelah skenario selesai dibuat dan mencapai tahapan akhir tanpa adanya revisi lanjutan, saatnya kita memasuki tahap persiapan atau yang sering kita sebut sebagai pra produksi. Tahap pra produksi merupakan proses yang krusial untuk sebuah film. Jika tidak dipersiapkan dengan matang, bisa jadi berpengaruh pada proses lapangan saat pengambilan gambar dilakukan.

Makadari itu, tentunya diperlukan komitmen yang tinggi dari berbagai peran dan kepala departemen yang terlibat dalam produksi sebuah film seperti produser, asisten sutradara, pengarah kamera, artistik, tata rias, serta kostum yang akan ditampilkan pada film Anda.

“Hal lainnya yang juga tidak kalah penting dan harus dicapai adalah untuk menyamakan visi semua orang yang terlibat pada proses serta mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi film tersebut seperti kast, alat, dan sebagainya,” Tutup Joko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here