Sampai saat ini, banyak orang mungkin menganggap Devialet sebagai gudangnya speaker nirkabel premium. Ada model model, misalnya Gold Phantom, yang bangga dengan power 4500W-nya dan harganya yang £ 2160. Tetapi belakangan ini, Devialet telah memperkenalkan dua model speaker nirkabel yang lebih kecil dan harganya jauh lebih terjangkau, yakni Phantom Reactor 900 (£ 1290) dan yang lebih murah lagi dan kami pilih untuk kami tinjau di artkel ini, yakni Phantom Reactor 600 (£ 990).

Range Devialet Phantom

Ukuran yang kecil, dengan harga yang lebih murah – apakah ini merupakan sinyal kuat bahwa model 600 ini punya cakupan karakteristik suara yang lebih terbatas?

Keluar dari dunia ini?
Jadi, bagaimana menggambarkan Phantom Reactor 600 yang merupakan anggota keenam keluarga Phantom ini? Bug alien? Kotak makan siang Storm Trooper? Sesuatu yang keluar dari video music Bjork? Kata kata itu bisa saja tepat untuknya.

Modelnya terlihat stylish tetapi masih terkesan solid. Bobotnya mencapai 4.3 kilogram. Keistimewaan yang terlihat di tampilan awal, ada dalam hal output, dimana model ini boleh dikatakan sebagai singa. Phantom Reactor 600 bermain di daya 600W (sesuai namanya) dan diklaim punya tingkat SPL 95dB (SPL). Cukup keras dan mengejutkan, mirip dengan noise yang diproduksi oleh gergaji atau sepeda motor di jarak dekat.

Terminal koneksi 600

Pengaturan untuk mengontrolnya sangat mudah melalui aplikasi Devialet, dimana anda juga bisa menggunakan satu Reactor 600 dan bisa saja menambahkan satu lagi untuk menampilkan audio stereo. Tentu saja dengan jalan mempairingkan kedua speaker ini. Untuk playback, anda bisa memainkannya melalui koneksi Bluetooth, Spotify, AirPlay dan UPnP. Untuk input fisik, ada satu input audio optikal dan analog 3.5mm.

Dengan 600 ini, Anda dapat mengandalkan telepon atau tablet untuk mengakses musik dari jasa streaming. Tetapi tidak seperti beberapa pesaingnya, Devialet tidak menawarkan Tidal atau Deezer sebagai opsi yang disematkan di sini. Aplikasi Devialet intuitif, mudah digunakan dan memiliki fitur volume dial, tetapi sebaliknya tidak ada fungsi dasar EQ.

Devialet menambahkan ‘leg’ atau semacam stand speaker untuk Reactor; berupa stand dengan tiga batang logam yang disatukan dengan sekrup dan sisi atasnya bisa digunakan sebagai alas untuk tempat Reactor menempel. Sayangnya kaki ini tidak dapat disetel setel(disesuaikan), untuk membuat Reactor lebih tinggi lagi.

Leg atau stand untuk 600

Kami memutar beberapa lagu melalui Spotify, dan kesan awal kami, tampilan suara yang berenergi, jelas, punya attack. Karakter suaranya kuat pada vokal di prolog prolog Coheed And Cambria In Keeping Secrets of Silent Earth: 3. Suara dering telephone yang memiliki sentuhan clarity. Ada keistimewaan juga di detail di sini, hingga ke desahan nafas Claudio Sanchez di awal pembuka.

Masuk Lebih Jauh..
Di album D’Angelo’s Devils Pie, terlihat kesan tampilan bass yang tight. Reactor 600 mampu menyampaikannya dengan lebih depth dan responsif. Tetapi bass yang kompeten ini direpresentasikan sebagai bass yang punya register. Tetapi sayangnya dengan bass yang terekspose, ada kelemahan di timing. Ini menjadi sebuah masalah tersendiri dimana tampilan musikalnya belum jelas terlihat karena interplay antara drum dan vokal belum jelas terlihat.

Kami memainkan Partition dari Beyonce dan menikmati vokalnya yang renyah. Terasa kesan dalam hal tekstur dan variasi dinamik, membuat vokalnya Queen B ini terasa kencang. Phantom Reactor 600 tidak dapat menyampaikan kedalaman ekspresif vokalnya, dan terasakan masih main-main dalam menyajikan emosinya. Kami juga memainkan streaming
King Kurt, Gather Your Limbs. Di antara hiruk-pikuk suara, kami rasakan masih kurangnya kesan kehangatan suara dan timing yang pas.

Speaker yang menjadi referensi kami, Naim Mu-So Qb 2, datang sekitar
tiga perempat dari harga Reactor 600 dan tidak bisa bersaing dalam hal bassnya, tetapi masih dapat menyampaikan suara yang musikal dan menyenangkan serta lebih kohesif.

Phantom Reactor 600 menangani bass secara mengagumkan dan patut mendapat nilai tinggi. Mendapat penghargaan untuk dua sisi, yakni user friendly dan koneksinya. Di merk merk lain, dengan mengantungi dua hal yang baik tadi dirasakan sudah cukup. Tetapi di Reactor 600 lain lagi. Karena mendengarkan music tentu yang paling penting adalah music itu bisa dinikmati.

600 dan tas covernya

PLUS

  • Desain yang eksepsional
  • Tampilan bass impresi
  • Aplikasi intuitif dan user friendly

MINUS

  • Masalah di timing dan kohesi musikal
  • Kurang di ekspresi dinamik
  • Tidak ada fungsi EQ

SIMPULAN

Sisi engineering yang impresif menghasilkan ‘even sound’ tetapi bukan ‘moving music’

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here