Tonal balance ini juga merujuk kepada penyebaran energi disepanjang spektrum audio. Bagi seorang artis atau engineer audio, mengetahui tonal balance pun sangat perlu, khususnya bagaimana mengolah tonal balance untuk membantu mendapatkan efek yang diinginkan, mulai dari piano solo, jazz trio, dan lain lain.
Bung Hendra sempat menyinggung tentang tonal balance yang terkait juga dengan ruangan. Menurutnya, jika sebuah ruangan tidak mempengaruhi suara yang keluar dari sebuah speaker, maka ruangan itu bisa dikatakan memiliki tonal balance yang bagus.
Kami sempat mencoba apakah terjadi perubahan kesan suara saat kami berdiri pada jarak satu meter dari depan speaker (agak menunduk sehingga level atau ketinggian driver selevel dengan telinga), lalu kami dengarkan pada sofa sweet spot. Kami amati, apakah ada perubahan kesan suara. Apakah ada detil yang hilang?Apakah ada bobot musik yang berkurang? Menurut kami, tidak ada. Bobot bass misalnya, tetap terkesan sama. Tonalnya tidak berubah. Yang berubah, hanyalah level kekerasan suara. Kalau ini maklum sajalah, karena seperti apa yang dikatakan oleh pehobi bernama Zahir Sumeity, bila satu meter kita mundur dari speaker, suara akan berubah sebesar 3 dB.
Inilah hal hal menarik yang tentu bisa kita dapati dan diskusikan selama kita berkunjung ke ruang audio teman. Semoga sedikit banyak bisa berguna.

