Ekspektasi
Di kunjungan kali ini, apa yang menarik dari obrolan kami? Tak jauh jauh, tentang bagaimana sebaiknya bila kita berkunjung ke ruang audio milik rekan sesama pehobi. Ini terkait dengan kata yang menarik kami tadi, yakni ekspektasi. Apa maksudnya?
Bila anda diundang teman audio anda, tentu dia punya ekspektasi. Apa saja ekpektasinya, bisa sekedar untuk menambah keakraban, rindu mengobrol, menunjukkan koleksinya, ingin berbicara bisnis lebih jauh yang diawali dengan dengar bersama, berdiskusi tentang audio dan meminta pendapat tentang sistemnya, dan lain lain, hingga yang paling tinggi adalah ingin berkonsultasi. Dia ingin meminta pendapat dan saran dari anda tentang bagaimana sistem audionya. Tak jarang ini dilakukan setelah dia membeli perangkat baru atau menukar perangkat lamanya dengan yang baru. Dan ini bukan hanya terjadi di perangkat, tetapi juga ruangan.
Bisa saja sistem teman anda baru saja menempati ruang dengan akustik baru. Misalnya ada digunakan beberapa elemen tuning akustik, control vibrasi, resonator, dan lain lain. Untuk yang alasan ini, tentu kadang menjadi beban juga bagi kita, karena apa yang menjadi saran kita nantinya, jika kemudian ternyata dirasakan rekan pengundang ini kurang tepat di kemudian hari, atau dikeluhkan oleh rekan rekan pehobi lainnya kurang bagus – tentu membuat kita jadi merasa kurang enak. Ada sedikit cara untuk bagaimana menyikapi hal ini, seperti yang kami lihat ketika berkunjung ke ruang Hendra kali ini.
Dari kunjungan kami, di masa awal, Hendra pun menyiapkan sistemnya. Teringatlah kami, yakni betapa sistem audio itu butuh waktu untuk bisa tampil maksimal pada suatu waktu. Jadi, kita sebaiknya tidak langsung menilai kualitas suara sistem, hanya dengan mendengar satu dua lagu pertama, kecuali sistem ini sudah dipanaskan sebelum kita datang. Jadi ketika main ke sistem teman, jangan langsung berharap suaranya akan bagus. ‘No judge’ di awal. Enjoy saja . Kalau pun kurang enak, ya telan saja dahulu.
Setelah mendengar satu dua lagu, bolehlah buka ajang diskusi ringan. Inilah waktu untuk ber-sharing. Jadi tidak melulu mendengar lagu lalu bicara hal hal lain yang sifatnya ‘ngalor ngidul’. Ini khusus bila anda baru satu kali bertandang ke ruangan teman anda. Tanyakanlah apa pendapatnya tentang sistemnya. Biarkan dia cerita tentang apa saja. Di sisi lain, ketahuilah bagaimana pola set up nya, juga melihat bagaimana keakustikan ruangannya.Inilah langkah menyelami ruangan orang.

